Halo jika anda menemukan tulisan ini tolong pas ketemu saya tetep biasa aja, atau kalau bisa gausah cerita cerita ke orang lain tentang tulisan ini,soalnya saya emang bener bener mau nulis karena saya udah gatau mau cerita kesiapa lagi heheheh, aslinya saya mau ke psikolog tapi ternyata di solo belum ada puskesmas yang ada psikolognya , so mari kita mulai cerita saya
- AWAL
2 minggu ini saya sedang benar benar tertekan, sangat sangat tertekan, semua hal yang membuat saya bahagia seperti tidak bisa membuat saya lepas dari tekanan ini, contoh hal yang membuat saya bahagia adalah nonton film, jalan jalan sendiri, nogki with my best friend,mainan kucing atau makan makananan yang saya sukai , padahal saat dulu ketika saya stress biasanya saya sering melakukan beberapa hal diatas untuk mengalihkan pikiran saya sebentar kemudian saya akan mencari jalan keluar jika saya sudah tenang , tapi sekarang saya benar benar dalam tahapan sangat sangat tertekan,mungkin jika pakek ilmu yang saya pelajari saya sudah memasuki tahap 3 yaitu 'exhaustion' yaitu dimana stress sudah berangsur lama ,dan membuat sistem imun menurun sehingga mudah lelah, kehilangan energi, gampang panik dan rentan.
- Penyebab
Saya aslinya gak mau self diagnose atau mencari tahu akar penyebab mengapa saya bisa seperti ini sendiri ,tapi menurut saya mengapa saya bisa tertekan sampai seperti ini adalah karena saya takut terhadap peran yang harus saya jalani, ya setelah bapak saya meninggal saya seperti memiliki banyak peran dan hal tersebut membuat saya benar benar tidak kuat dan saya tidak bisa mengungkapkan atau bercerita ke orang lain , sehingga membuat saya makin terpuruk dan hancur secara perlahan. Mari kembali ke alasan mengapa saya bisa tertekan seperti ini yaitu tentang peran yang harus saya 'sunggi 'setelah Ayah saya meninggal,Peran pertama yang harus saya pikul adalah peran sebagai pemimpin keluarga,karena hanya saya satu satunya laki-laki ,seperti semuanya harus ditujukan terhadap saya ,saya harus siap mendengarkan cerita ibuk atau dimintai pendapat apapun tentang hal-hal yang terkait keluarga ini ,saya kadang belum siap untuk menerima cerita cerita yang dulunya saya hanya menerima enaknya saja ,tapi saya sekarang harus ikut berfikir bagaimana menyelesaikan masalah ,bagaimana menata keuangan ,bagaimana menghadapi konflik antara ibuk ,budhe, dan mbah yang membuat saya pengen cepet cepet menyelesaikan curhatan tersebut, mungkin waktu bapak masih hidup dia yang akan memarahi atau memberikan saran yang terbaik tapi sekarang? saya yang harus memberi saran dan kadang juga harus ikut marah terhadap ibuk saya ketika dia mengambil keputusan yang tidak rasional sama sekali. Peran Kedua yang harus saya ambil adalah saya harus menjadi kakak sekaligus panutan bagi adek saya ,dimana dia saat ini sedang bandel bandelnya dan saya tidak bisa mengawasi dia setiap hari merupakan hal yang sangat susah, ditambah lagi saya harus bersikap menjadi kakak yang sempurna agar saat dia dimarahi tidak membuat tameng dengan berkata " Ah mas Arief yo belum sholat." atau "Ah mas Arief malah mainan hp gak belajar yoan" , dan hal lain adalah saya harus mengajak dia untuk bermain atau pergi kesuatu tempat agar dia tidak bosan dirumah.Selain kedua peran tersebut ada hal lain yang membuat saya tertekan adalah masalah finansial , Jujur walaupun kami ditinggal babe kami masih dibilang berkecukupuan karena ada asuransi dan gaji yang diterima setiap bulanya,akan tetapi mau tidak mau saya juga harus 'ngirit' karena jujur saya sekarang sudah sangat tidak enak meminta uang jajan,bahkan sekarang saya mengurangi uang saku bulanan yang biasanya penuh mmenjadi 3/4 saja,bahkan saya juga sedang mendaftar beberapa beasiswa dan ikut banding ukt untuk meringankan beban keluarga kami, trus mungkin ada yang bertanya ,mengapa finansial membuat anda merasa tertekan?, jawab saya adalah saya menjadi lebih memikirkan pandangan orang lain ketika saya nongkrong ,main atau melakukan kegiatan yang mengeluarkan uang ,saya takut bahwa orang lain akan mencibir saya dengan ucapan seperti ini " Itu orang bukanya ngirit bapaknya udah nggak ada malah foya-foya" ,ya walaupun belum ada yang bilan seperti itu tapi pikiran tersebut selalu menghantui saya dan membuat saya tersiksa ketika saya sedang ingin menggunakan uang saya untuk beli barang atau hangout. Beban ke empat yang harus saya tanggung adalah saya seperti tidak punya rumah lagi untuk istirahat , entah itu di kosan ,rumah boyolali atau rumah solo. Saat saya berada di kosan saya bosan jenuh ,dan penat dengan tugas tugas kuliah ,saat saya berada di rumah saya sangat tertekan harus mendengarkan cerita ibuk saya atau harus menjadi role model yang sempurna bagi adek saya ,saat saya berada di solo saya merasa tidak enak dengan keluarga solo karena meninggalkan ibuk saya dan adik saya di rumah sendirian dan saya malah klayapan di solo. Beban kelima yang harus saya pikul adalah saya sedang dilanda kecemasan kehilangan teman kos saya karena dia sudah diterima kampus berbeda dan saya ditolak Belum diterima, karena saya ikut utul juga dan belum pengumuman, saya takut saya tidak mendapatkan orang yang bisa saya ajak keluar untuk cari makan atau belajar dimalam hari ditambah tidak ada orang yang bisa saya ajak untuk saling bertukar pikiran atau mengutarakan keluh kesah saya secara langsung, ditambah kedua mas mas kos saya juga sedang kkn selama 3 bulan yang akan membuat kos terasa sepi :).Oh iya ada satu peran yang kelewatan yaitu peran sosial , ketika babe saya meninggal mulai sekarang saya harus membuka diri untuk lebih berinteraksi dengan tetangga yang selama ini saya jarang berinteraksi karena saya memang tidak tinggal dirumah dengan mereka , hal tersebut membuat saya takut entah kenapa saya benar benar takut harus berinteraksi dengan tetangga sekitar , mungkin dengan sepantaran bisa tapi dengan bapak-bapak yang umurnya puluhan tahun berbeda jauh , saya harus berinteraksi dengan bagaimana!!!!
- Dampak
Stress berkepanjangan ini membuat beberapa dampak bagi saya ,seperti mudah sekali lelah ,tidak bisanya saya mengontrol emosi, dan susah tidur yang membuat garis hitam dibawah mata, bahkan saya sering sekali berandai andai bagaimana jika saya meninggal dll ,jujur saya lelah dengan semua ini ,saya ingin terbebas saya belum siap saya hancur saat ini ,saya ingin seperti teman teman saya yang hanya fokus ke akademik saja , saya benar benar lelah :)
heheheheh.
bubay.